Basyrbin Al Harits berkata, "Aku tidaklah pernah melihat orang kaya yang duduk di tengah-tengah orang fakir." Yang bisa melakukan demikian tentu yang memiliki sifat tawadhu'. 'Abdullah bin Al Mubarrok berkata, "Puncak dari tawadhu' adalah engkau meletakkan dirimu di bawah orang yang lebih rendah darimu dalam nikmat Allah, sampai-sampai engkau memberitahukannya bahwa engkau tidaklah semulia dirinya." (Syu'abul Iman, Al Baihaqi, 6: 298). Sikapmau mendengarkan orang lain merupakan sikap rendah hati yang dimiliki oleh seseorang. Orang yang rendah hati akan mudah merasa empati kepada sesamanya, dan berusaha untuk bisa diandalkan oleh orang - orang di sekelilingnya. Mengetahui kapasitas diri. Mengetahui kapasitas dan kemampuan yang ada dalam diri sendiri merupakan cerminan dari sikap rendah hati yang dimiliki seseorang, seseorang akan menyadari kekurangan yang dimiliknya dan berusaha untuk memperbaiki kekurangan dirinya. Mau IbnuHajar berkata, "Tawadhu' adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa tawadhu' adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya." (Fathul Bari, 11: 341). Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul bersabda, "Sedekah tidaklah mengurangi harta. Adapula yang mengatakan bahwa tawadhu' adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya." (Fathul Bari, 11: 341) Orang tentu saja akan semakin menyayangi orang yang rendah hati dan tidak menyombongkan diri. Itulah yang terdapat pada sisi Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, Danpada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap." Secara singkat, Pribadi Yesus digambarkan sebagai Hamba Tuhan yang rendah hati dan sangat berkenan kepada Bapa-Nya. Ia diutus untuk mewartakan Hukum Tuhan kepada semua bangsa. Bangsa Israel kuno menunjukkan sikap yang sebaliknya yaitu sombong serta berlaku jahat terhadap sesamanya. IbnuHajar berkata, "Tawadhu' adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa tawadhu' adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya." (Fathul Bari, 11: 341) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Iahanyalah debu tanah yang kotor. Pengenalan diri yang sejati akan selalu membawa manusia kepada sikap memuliakan Tuhan, Pencipta-Nya. Allah yang Mahabesar telah sudi mengangkat manusia yang kecil, hina, dan kotor menjadi anak-anak-Nya sendiri. Dari kesadaran inilah mengalir sikap bakti dan pelayanan yang sejati dari orang-orang yang rendah hati. Artinya "Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu' (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya." (HR. Muslim no. 2588). Perbesar Luk 1: 46-48). Yusuf adalah orang yang tulus hati, dan taat kepada Tuhan. Ketika mereka bersedia menginap di kandang domba dan tidak ngotot untuk terus mencari rumah penginapan atau rumah sahabat-atau kerabat disana, maka itu sudah menunjukkan bahwa mereka rendah hati. Tuhan tidak akan memakai orang sombong menjadi alatnya dalam melahirkan sang Juruselamat ke dalam dunia ini. Kalau Tuhan memilih Yusuf dan Maria, itu karena mereka memenuhi kualitas ini, yakni mereka rendah hati. Tuhan Yesus Jadi dia sangat bersyukur atas bantuan Yesus, dan dia pun memuliakan Allah. 19 Orang yang sombong sangat bertolak belakang dengan orang yang rendah hati dan sadar diri. Orang yang sombong sulit untuk memuji orang lain karena mereka lebih senang kalau mereka yang dipuji. Mereka biasanya suka membandingkan diri dengan orang lain dan berupaya 1pOJW. Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparanIlustrasi sikap rendah hati. Foto pixabayRendah hati adalah salah satu sifat terpuji yang ditandai dengan sikap sederhana, sopan, tidak sombong, dan tidak meninggikan dirinya di hadapan orang lain. Berbeda dengan rendah diri, sikap rendah hati cenderung membawa pelakunya ke arah yang yang rendah hati dapat mengetahui kemampuan dan pencapaian diri sendiri. Selain itu, ia juga akan mengetahui kekurangan yang ada dalam dirinya. Sehingga ia lebih fokus untuk memperbaiki diri daripada membandingkannya dengan orang saja contoh sikap rendah hati dan bagaimana cara menumbuhkannya?Cara Menumbuhkan Sikap Rendah HatiMengutip buku Belajar Rendah Hati karya Eva Nukman dkk, untuk menumbuhkan sikap rendah hati seseorang perlu menyadari beberapa hal berikutKesadaran akan kefanaan kita sebagai adanya kehidupan setelah keterbatasan kita dan kesalahan-kesalahan kebutuhan kita untuk menebus dan membersihkan kebutuhan kita akan bantuan dan kenyataan realitas spiritual dan adanya kebutuhan kita untuk memberikan kepada kekuatan yang lebih menyadari beberapa hal tersebut, perlahan sikap rendah hati akan tertanam dalam diri seseorang. Tentunya ini juga harus diiringi dengan lingkungan yang positif dan sikap rendah hati. Foto pixabayContoh Sikap Rendah HatiBerikut beberapa contoh sikap rendah hati yang bisa diikutiTidak sombong ketika memiliki harta yang angkuh ketika unggul dalam beberapa bidang juara kelas, menang lomba, dll.Menyadari kekurangan dan kelebihan diri sendiri dan tidak membandingkannya dengan orang dada dalam menerima masukan dan kritik yang membangun dari orang patuhi budaya antri, tidak mendahulukan antrian meskipun ia dari golongan saat dihinda, diremehkan, dan dijelekkan oleh orang kewajiban sebagaimana warga negara lain, tanpa menyombongkan jabatan atau kekalahan dan tidak malu untuk mengakuinya. Oleh Khalid Abdul Khaliq Bengkulu, Takhasus Ibarat sebuah jarum yang jatuh di tumpukan jerami, ia sangat sulit dicari. Ibarat sebuah duri, ia sesuatu yang dibenci. Namun ia bagaikan gunung, ketinggian yang tak tersembunyi. Itulah sifat rendah hati atau dikenal pula dengan istilah tawadhu’, sebuah sifat terpuji yang kian langka di zaman ini. Kita sering mendengar ungkapan belajar dari ilmu padi, semakin merunduk saat bertambah isi’. Sebuah ungkapan yang tepat dalam menggambarkan kerendahan hati. Ketika pencapaian seseorang semakin tinggi, ia tidak sombong dan membanggakan diri. Namun justru kepada sesama ia lebih menghargai. Inilah bentuk dari pengamalan ilmu padi. Penjelasan Para Ulama tentang Tawadhu’ Para ulama telah banyak menjelaskan hakekat tawadhu’. Di antaranya adalah ucapan al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah ketika ditanya tentang makna tawadhu’, beliau mengatakan, “Tawadhu’ adalah merendah dalam menerima kebenaran, tunduk terhadapnya. Walaupun engkau mendengar kebenaran tersebut dari seorang anak, engkau tetap menerimanya. Demikian pula, walaupun engkau mendapatkannya dari orang yang paling bodoh, engkau tetap menerimanya.” Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah mengatakan bahwa tawadhu’ adalah menerima kebenaran dari siapa pun, walaupun dari orang di bawahnya. Siapa yang mau menerima kebenaran, baik dari orang yang di bawahnya atau di atasnya, ia cintai atau tidak, maka ia seorang yang ber-tawadhu’. Siapa yang enggan menerima kebenaran, karena merasa lebih terhormat daripada pembawa kebenaran tersebut, maka ia seorang yang ber-takabbur, sombong, dan merendahkan orang lain. Melihat dirinya sempurna, sementara orang lain penuh dengan kekurangan. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, وَإِنَّ اللهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ، وَلَا يَبْغِي أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ “Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling bersikap tawadhu’, sehingga sebagian tidak menyombongkan diri atas yang lain, tidak pula sebagian melampaui batas atas yang lainnya.” HR. Muslim Perealisasian sifat tawadhu’ adalah dengan tidak saling menyombongkan diri, apalagi bersikap melampaui batas, berbuat zalim kepada sesama, siapa pun dan seberapa pun kedudukan serta status mereka. Imam Bakr bin Abdullah Al-Muzani rahimahullah mengatakan, “Apabila engkau bertemu dengan orang yang lebih tua, maka katakan, Orang ini telah mendahuluiku dengan keimanan dan amal saleh, ia lebih baik dariku.’ Apabila engkau bertemu dengan orang yang lebih muda, maka katakan, Aku telah mendahuluinya dalam berbuat dosa dan maksiat, ia lebih baik dariku.’ Apabila engkau bertemu dengan saudara sebaya, mereka memuliakan dan menghormatimu, maka katakan, Ini adalah keuatamaan yang mereka lakukan.’ Namun apabila mereka merendahkanmu, maka katakan, Bukankah ini karena sebab dosa yang telah aku lakukan?’” Saudaraku, inilah rendah hati, merasa orang lain memiliki kemuliaan atas dirinya, sehingga dia tidak menyombongkan diri dan angkuh. Bahkan dia akan memuliakan orang lain dan berusaha bergaul dengan sebaik-baiknya. Menjaga untuk tidak melukai hati mereka, baik dengan perbuatan maupun lisannya. Tawadhu’ dalam bergaul akan melahirkan persaudaraan yang erat. Orang lain akan senang bergaul dengannya, kemudian muncul saling menghormati dan memahami. Ketika ada gesekan dan perselisihan pun akan mudah terselesaikan, karena masing-masing pihak merasa bersalah, merasa dituntut memperbaiki diri. Selanjutnya saling memaafkan atas apa yang terjadi. Akhir Kata Demikian saudaraku, semoga Allah melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua dan memberi kemudahan kepada kita untuk berhias dengan sifat tawadhu’, serta menjauhkan kita dari sifat sombong. Amiin. Wallahu a’lam.